Sabtu, 26 Agustus 2023

the things that i didn't say

the things that i didn't say to you,
i'm grateful that you still here by my side, on my up and down meski kehadiran kamu cuma bisa aku rasakan dari jauh.
thank you for all of your comforting words that you said on my bad or good day at the end of the day, almost everyday.
berkat kamu, aku belajar banyak hal di tahun 2023. 
kalau tahun 2022, kamu membantu aku untuk bangkit, tahun 2023 kamu membantu aku untuk terus membukit.

cara Allah kenapa unik banget ya buat hambanya? kadang mikir, betapa lucunya kala itu dan ternyata kamu adalah cara Allah yang membantuku untuk bangun. 
banyak hal yang aku pelajari, semua hal baikmu terus aku pelajari dan pahami hingga kini, meski belum semua hal baikmu aku pelajari dan pahami, tetapi perlahan aku mengikutinya. 

hari ini, kamu keren. makasih ya karena selalu keren dan nggak pernah nunjukkin betapa lelahnya (aku yakin ada waktu dimana kamu sangat lelah dan ingin menyerah juga, karena aku tau kamu juga manusia) kamu. 
sebenernya sebelum mengetik ini, aku rasa banyak hal yang mau aku ungkapin untuk kamu. kenapa aku jadi blank ya?

*tambahan

"i really appreciate you, today" -23.04 wib
tuhkan gue nangis lagi, kenapa sih keren banget? padahal yang keren hari ini tuh kamu! kok yang diappreciate aku? bingung banget. you've worked hard too today. hope you get a good rest tonight. ily. :(

ohiya, i love how you always appreciate all the things that i do even that just a small things. kenapa ya kok ada manusia kayak kamu?

Share:

Rabu, 02 Agustus 2023

happy birthday, leo.

sebenernya hari ini bukan hari yang membahagiakan buat aku pribadi, entah kenapa minggu ini meski baru hari rabu tapi udah berasa menguji banget but today is his birthday and he said that he's happy, grateful on his birthday today. even he can't sleep tonight because he's very happy.

rasanya aku denger dia bilang kaya gitu bikin aku ngerasa aku ikutan happy. meski ke-happy-an itu bukan hal yang seharusnya aku rasakan hari ini atau minggu ini. 

so, birthday boy. you're getting older today and younger than yesterday. please, you need to know that you already brighten my day just by your story. i can listen to all the story you want to tell all night long. as like i said before, my august still taste like you, my 23th still the same like we just met. 

happy birthday, leo's! 🖤

like we just met.




Share:

Kamis, 20 April 2023

moon.

hari-hari menjalani kehidupan sebagai manusia sepertinya semakin lama semakin sulit. kadang, banyak cara untuk menghadapi permasalahan hidup sebagai manusia yang semakin kompleks dan di luar nalar.

masa sulit sedikit demi sedikit terlewati kemudian datang masa sulit baru dengan level kesulitan yang terus bertambah, tapi siapa sangka kalau udah bertahan hampir seperempat abad sebagai manusia di tengah gempuran persoalan hidup?

manusia sebagai mahluk sosial rasanya semakin nyata. mungkin memang kelihatannya dijalani diri sendiri, tapi kalau disadari ternyata selain diri sendiri juga banyak hal yang membantu diri ini untuk terus bertahan karena merasa ga sendiri. perihal merasa sendirian mungkin seringkali terbesit, hanya saja perlu sesekali keluar dan lihat bagaimana hiruk pikuk manusia di sepanjang perjalanan dengan berbagai latarbelakang berjuang untuk terus bertahan. tandanya apa? tandanya kamu ga sendirian dalam bertahan.

fly high, moonbin 🥀



Share:

Sabtu, 31 Desember 2022

Kamis, 02 Juni 2022

Something New.



Cara Allah menjawab doa hambanya memang selalu di luar dugaan. 

Kenapa? Karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan, meski kadang itu bukan keinginan kita. Tapi, buat Allah itu yang terbaik buat kita. Hal yang kita mau belum tentu jadi yang terbaik buat kita, Allah pasti tau kebutuhan hambanya. 

Akhir-akhir ini lagi ngerasa hype banget sama dunia KPOP lagi setelah sekian lama. Suka sama NCT, hahaha. 
Padahal udah vakum dari dunia KPOP setelah kelas 11 SMA, tiba-tiba aja sekarang kecantol lagi buat ngefangirling boyband. Lucu juga kalo diinget-inget udah umur segini masih ngefangirl. 
Awalnya denial banget, mikirin umur. Setelah dipikir-pikir lagi ga ada salahnya juga mengagumi karya yang ada. Beneran hype banget inimah kaya ngehype Super Junior pas SD.

Di titik yang mungkin rasanya kurang bersemangat, ga sengaja dengerin lagunya dan wow, sangat ngebuka dan mengingatkan lagi untuk bersemangat. Kemarin bertanya-tanya sama Allah, kemana ya rasa semangat ini? Kenapa semuanya rasanya flat. 
Terus ga lama malah dikasih semangat lewat ngefangirling sama NCT Dream yang arghhhh gemes, ahaahaha. 
Beberapa lagunya juga cukup memberi senyuman dan semangat ketika didengarkan. Pas lagi merasa kosong, nontonin tingkahnya juga bikin ketawa sendiri, terlepas dari settingan atau engga tapi gue menikmati peran mereka sebagai publik hibur. Balik lagi, semua tentang karyanya. 

Tapi ada salah satu membernya yang membuat gue kagum dengan sikap dan pemikirannya. Di umur dia yang sekarang dia sudah menyiapkan segalanya, suka ikut acara amal, pelayanan sosial dan se-soft itu perilakunya. Membuat gue bertanya-tanya, itu real manusia atau bukan sih? 
Dari dia, gue mengambil sisi positifnya yang terlihat oleh gue sebagai penikmat karyanya. 

Semoga mereka terus menunjukan sisi positif sebagai reminder untuk diri gue juga ke depannya. 

Penampakan playlist bulan Mei

Share:

Rabu, 23 Maret 2022

monolog

Tanggal 23 Maret 2022 ini rasanya aneh.

Sudah mencapai batas ambang rindu yang ada. Selama ini selalu ditahan dan dipendam, kini meledak tak kira-kira dan terus membara. Bikin uring-uringan. 

Sadar diri harusnya diperkuat lagi, karena kata mas Tulus di lagu barunya, 

Begitu banyak yang sama di latar mereka, dikira tak akan ada kendala dan semua akan mudah. Nyatanya apa? Tetap berpisah, apalagi aku dan dia yang jelas semua berbeda

Aku ulangi, ya. 

Begitu banyak yang sama aja tidak bisa membuat mereka bersama, apalagi aku dan dia yang jelas berbeda?

Hanya bisa berharap semoga waktu bisa menyembuhkan ini, meskipun aku tak tau sampai kapan. Tau? Saking rindunya, beberapa hari ini aku selalu berharap aku bisa bertemu dia dimanapun aku berpijak. 

Tapi kembali lagi seperti kata mas Tulus, perjalanan yang membawa pertemuan mereka saja tidak bisa menyatukan mereka. Kali ini sama seperti kisahku, aku dan dia hanya bertemu secara tidak sengaja dan tidak bisa bersama. 


Halo, Aku! Ingat ya, aku harus melanjutkan perjalanan hidupku dan dia harus melanjutkan perjalanan hidupnya. 

Jadi untuk Aku, ayo kembali ke kenyataan. Gapapa rindu, tapi tolong jangan berlebihan. Sesuatu yang berlebihan itu ga baik. 

Ucapkan hati-hati di jalan untuknya, ya?

------

Revised

Setelah curhat malam dengan Sang Pencipta, akhirnya uring-uringan rasanya hilang. Bintang 5!

 


Share:

Sabtu, 19 Maret 2022

Our Beloved Summer on 22!

Ternyata sudah bulan ketiga dari tahun 2022. Jadi, haloo!


Halo diary Adinda yang sesekali ditengok dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Sebenarnya sudah dari kapan-kapan hari ingin mencurahkan semua kisah di umur 22 tahun ini. Yaaa, baru 5 bulan menginjak umur 22 tapi rasanya udah luar biasa banget. Awal bulan di umur 22 sudah diuji berbagai rintangan yang aku rasa itu cukup berat dan pertama kali di hidup aku untuk merasakan hal tersebut, tapi alhamdulillah aku melaluinya

Tiba-tiba bingung mau bilang apa, tapi akhir-akhir ini lagi mensyukuri nikmat adanya teman. Iya, teman. Tanpa aku sadari ternyata alhamdulillah aku dikelilingi banyak teman baik yang menurut aku mereka muncul di saat-saat yang selalu tak terduga. Mau cerita tentang salah satu temanku SMA dulu ya, 

"Kamu MIA 1? Besok mau duduk bareng sama aku ngga?"

Pertanyaan sederhana dari orang asing yang kini menjadi teman, alhamdulillah sampai sekarang masih bermain bersama dan berbagi kisah bersama. Namanya Syifa. Saat itu aku mencari-cari namaku di kelas IIS atau IPS yang ternyata ada di MIA atau IPA. Pertanyaan yang Syifa lontarkan menjadi awal dari aku temanan dengan Syifa. Kelas 10 kami selalu bersama, jujur anaknya pendiam banget dulu. Kelas 11 kami pisah kelas, tapi setiap pagi dia selalu nyamperin aku ke kelas aku yang beda gedung sama gedung kelasnya. Dia selalu nyamperin aku ke kelas bersama temanku satu lagi namanya Irene. Waktu kelas 11, aku sama Syifa punya satu topik yang "mungkin" sampai sekarang di umur kami yang udah 22 tahun masih selalu jadi topik yang seru untuk kami bahas. Jujur sih, topik tersebut sangat mewarnai kisah SMA aku dan Syifa pun juga mengakui kalau topik tersebut juga mewarnai hari-hari dia. Hari ini aku ketemu Syifa dan kami sempat melewati jalan sekolah kami, dan kami flashback kalau tiap pulang sekolah, even kelas kami berbeda aku selalu pulang sama dia dan setiap pulang sekolah kami selalu membahas topik itu. SERU BANGET! dan ngakak banget juga kalau diingat-ingat. Eh, sampai sekarang juga masih suka dibahas sih, hehehe

Kadang masih ngga nyangka kalau aku udah temanan sama Syifa udah 8 tahun and still counting ga sih? Aamiin. Pas masa aku merasakan ujian di umur 22 kemarin untuk pertama kalinya, Syifa juga andil menyemangatiku dan menurutku ada kata-katanya yang aku selalu ingat dari saat itu sampai sekarang, kalau semua kesulitan yang dilalui sekarang, pasti akan selesai. Kan kita suka lupa ya, kalau itu semua akan selesai. Udah dua minggu ini ketemu Syifa di hari sabtu dan kami selalu berbincang betapa kagetnya kami kalau kami udah 22 tahun, bukan siswi SMA lagi. 


"Lambat laun semua akan merasakan, semua akan punya kesulitannya masing-masing. Tugas kita sebagai teman hanya bisa saling menyemangati satu sama lain, meski kita ngga selalu 24 jam bersama. Jangan lupa untuk selalu berterima kasih dengan diri sendiri, selalu ingatkan untuk makan cukup karena semua akan selesai jika waktunya memang sudah usai."



----


Teman selanjutnya yang akan aku bahas dan sering aku kenalkan akhir-akhir ini adalah Pelangi. Dia teman pertama aku di kampus. Jujur, aku ketemu sama dia ngga sengaja. Berawal aku yang nanya ke menfess di twitter tentang alur daftar ulang kampus, kemudian kesamaan kami yang berturut-turut ada, sampai ngekos 2 tahun sekamar sama Pelangi. 

Aku pernah bilang, salah satu yang aku syukuri dari kehidupan kuliah itu adalah aku punya teman kosan seperti Pelangi, Opi dan Nadira. Hiruk pikuk kehidupan kampus yang dimana kita juga belajar menjadi dewasa di sana, kadang kita tetap butuh rumah untuk pulang dan beristirahat. Bagiku, rumah adalah tempat aku pulang dan tidak melibatkan kehidupan "complicated" aku di sana. Rumah, tempat singahku di Bogor ya kosanku. Ketika aku sampai kosan, aku senang saat malam berbincang ringan dengan Pelangi, atau kalau Pelangi belum pulang biasanya aku ke kamar Opi sambil nunggu makanan yang aku titipkan lewat Nadira, teman sekamar Opi. 

Jujur, aku kadang kangen suasana kosan dimana biasanya kalau aku pulang ada Pelangi yang bergulat dengan laptopnya, kemudian setelah aku selesai mandi, sesi bincang kecil akan dimulai. Entah dimulai dari sekedar obrolan nasi goreng depan kosan, bahkan sampai keadaan dimana aku sama Pelangi nyetel lagu galau padahal gatau galau kenapa. Ketawa banget ingetnya! Hahahaha. 

Salah satu keputusan yang sempat aku sesali dari masa kuliahku yaitu keputusan dimana pas menuju semester 7 aku dan Pelangi sama-sama mengambil keputusan untuk pisah kamar kosan, bahkan pisah kosan kali ya. Soalnya aku memang pindah kosan. Jujur, aku menyesalinya banget meskipun ternyata ada kondisi pandemi. Malam itu, aku dan Pelangi berbincang kecil seperti biasa dan tiba-tiba kami membahas untuk pisah kosan karena kami pikir ketika kami pengen skripsian itu kondisi dimana kami butuh ketenangan satu sama lain. Padahal itu salah, guys

Kenapa salah? Karena pas aku penelitian dan tiap pulang dari lab tuh rasanya butuh teman untuk berbagi kisah juga, dan aku sadar ternyata di kondisi kita skripsian memang kita butuh ruang untuk sendiri tapi lebih butuh lagi teman di samping kalian yang seenggaknya bisa nemenin kalian atau berbagi kisah sama kali, ya karena kita makhluk sosial. Meskipun tanpa pindah kosan pun, karena ada pandemi tetep aja aku dan Pelangi nanti ujungnya ga sekosan. Tapi menurutku, itu keputusan yang cukup salah. 

Samapi akhirnya setelah sekian lama aku dan Pelangi ngga ketemu, Pelangi ngechat aku dan kami jadi saling bertukar kabar lagi bahkan sampai sekarang. Ohiya, kemarin Pelangi membuatkan rangkaian kata untuk aku, aku juga sbenernya udah mau nulis tentang dia dari sebelum dia mengirim itu, tapi, dia duluan. Yaudah gapapa, aku akan simpan screenshotnya di sini!


Sampai akhirnya, setelah sebulan setelah wisuda, aku dan Pelangi mengambil ijazah di hari yang sama karena kami sudah berjanjian untuk mengambilnya di hari yang sama. Aku pikir-pikir Pelangi beneran dari awal sampai akhir banget. Administrasi untuk masuk kampus, sampai administrasi untuk keluar kampus. Aku juga menyadari bahwa kadang ada beberapa hal yang entah kenapa anehnya selalu sama dengan Pelangi. Itu lucu banget, ga paham deh. 

"Adanya banyak kesamaan bukan berarti semuanya harus digambarkan, teman bukan berarti gantungan kehidupan. Hidup seperlunya, jalani hidup dengan semampunya dan semuanya harus sesuai porsinya. Setiap awalan selalu ada akhiran dan perbedaan tempuhan jalan. Nikmati dan hadapi. Mari bertemu lagi suatu saat nanti."


Kenapa our beloved summer on 22? Karena itu nama dari playlist Spotify aku tahun ini. 😼






Share:

Minggu, 19 Desember 2021

Akhir Tahun.

Random banget malam ini tiba-tiba kangen nonton konser. Entah udah berapa kali ngerasa pengeeeeen banget nonton konser, tapi yeah balik lagi. Ga bisa nonton konser karena pandemi. 
Sebenarnya beberapa waktu ini kondisi dunia sudah mulai kembali normal seperti tahun 2019, tapi tiba-tiba aja muncul varian baru yang entah akan ada pembatasan lagi atau engga. 

AaaaAAAAAaaaaaa, mau nonton konser!
Playlist Tulus yang live concert udah sering banget diputar selama hampir dua tahun ini (masa pandemi). Saking kangennya nonton konser Tulus. 


Playlist Tulus Live Concert


Kangen banget ga sih? Padahal udah wishlist banget tahun 2021 harus nonton konser Tulus lagi. Tapi lihat deh, ini udah tanggal 19 Desember 2021, udah mau tahun baru dan belum kesampaian nonton konser Tulus lagi. Yaudah, 

"Setidaknya punya tujuh puluh tahun"


Semoga dunia lekas membaik, terutama Indonesia. Biar bisa nonton konser lagi. Masih mau nonton konser Tulus, Ed Sheeran, Pamungkas, Hivi, Adele, dannnnnn lainnya! Huhuhu. 

Hari ini juga entah kenapa banyak yang dari masa SMA datang, mulai dari temen 1 gue yang chat, temen 2 yang tiba-tiba telpon, sampai jadi main sama temen SMA hari ini. Entah meski ketemu mulu, tapi ngebahas masa SMA tuh selalu menjadi kesenangan tersendiri. Seru pokoknya!

Penutup akhir tahun,
19 Desember 2021.



Share:

Rabu, 18 Agustus 2021

Halooooo, Dunia!

Tingkat akhir semakin berasa. 
Kata skripsi dan depresi kayanya udah jadi bahasan yang nggak asing lagi. 
Kenapa? Karena setiap keinget skripsi tuh ada aja kisahnya. Depresinya gak merujuk di gue aja, tapi hampir semua bahkan semua temen gue merasakan ini. Beruntungnya, selalu beruntungnya. Gue dihujani support mama sama ayah di rumah yang ngga ada henti-hentinya, Alhamdulillah (pun temen gue selalu bilang gue beruntung). 


Tapi, serius. Emang setiap tahapnya tuh ada aja yang bikin geleng-geleng. Misalnya gue, nyari bahan itu lama banget. Cukup sulit nyari bahan penelitian gue. Selesai bahan, mulai lagi kesulitan memahami konsep praktik yang sebelumnya ga pernah gue dan teman penelitian gue jalani. Makanya ini penelitian gue kece banget dah. WKWKWKWK. 
Abis penelitian kelar, ngolah data. Nah ini juga ada aja masalahnya. Nyusun draft makalah semhaspun begitu, sampe terakhir yang mau gue lalui. 

Daftar sidang. 

Lucu banget, pas udah daftar baru sadar kalau nilai seminar gue belum ke-input di transkrip. Akhirnya ngehubungin help center lagi dulu. Terus paitnya, baru dibales jam 9 malem pas gue udah tidur. Besoknya tanggal merah, 17 Agustus alias help center tuh libur. Untungnya bisa teratasi. 

Menuju dunia yang baru, dunia yang semakin terasa kejam ini gue semakin sering ketampar kenyataan yang sangat wow, luar biasa. Tapi gapapa, namanya belajar kan? Yuk bisa yuk. 


Hari ini H-8 sebelum sidang. Cuma mau banyak berdoa aja semoga dipermudahkan dan memuaskan. Aamiin


18 Agustus 2021. 


Share:

Selasa, 02 Februari 2021

Tingkat Empat!

 Halo! Long time no see. Udah lama banget nggak ngetik kayak gini, sepertinya udah setahun deh? 

Gak kerasa banget udah tingkat 4, udah semester 8, udah mikirin skripsian. Jujur, di masa ini emang penting banget buat bisa berdebat dengan diri sendiri dan harus bisa keluar dari zona nyaman. Harus berani, gak boleh banyak takutnya, yang penting jalan dulu. Semuanya harus digapapain, harus dioptimisin. Pertama kali bahas skripsi sama dosen gue itu sekitar bulan Juli, kemudian running proposal bulan Agustus. Emang bener-bener berdebat sama diri sendiri, nentuin moodnya, belum lagi waktu itu lagi ngurusin acara BEM yang terakhiran banget. Jadi fokusnya ke sana dulu. Sampailah di tanggal 1 Desember untuk sidang komisi dan terus berlanjut sampai sekarang menyiapkan bahan-bahan penelitian. 

Semoga aja semuanya dipermudahkan sama Allah. Nggak kerasa banget, gue mulai nulis di blog ini tuh jaman gue SMA, jaman gue keterima SBMPTN dan sekarang gue udah tingkat akhir? 

Sebenernya dari kemarin mau banget ngetik, mau cerita di sini melalui tulisan tapi waktunya nggak pernah pas. 

Tapi, rasa tingkat akhir itu luar biasa, mulai dari diri sendiri, tentang teman, tentang penelitian sendiri, tentang dosen pembimbing, tentang bagaimana perjuangan untuk mendapatkan gelar ini tuh bener-bener berwarna. Mengalami yang sebelumnya belum pernah terjadi. Pengen cerita banyak, tapi bingung kayak gimana ceritanya. Nanti aja deh ya kalau ceritanya udah lebih banyak lagi. 


Bismillah, Adinda bisa ya!

Bogor, 2 Februari 2021.

Share:

Senin, 09 September 2019

Tingkat Tiga!


September, 9 2019.

Bener-bener tinggal 2 bulan lagi menuju demisioner. Kalo ga salah, di tahun lalu pas tanggal ini tuh lagi magang. Mau wawancara, mau ketemu mereka teman-teman magang kesayangan aku. Tanpa dipungkiri, ternyata magang dan menjadi anggota sesungguhnya terasa beda banget.
Sisa dua bulan lagi, iya, 60 hari lagi. Gak kerasa, ya? Kalau ditanya udah dapet apa aja? WAH BANYAK. Banyak banget pelajaran hidup yang gue dapetin, pun pas Praktik Lapang kemarin.
Praktik lapang selama 1 bulan pas di salah satu pabrik industri pakan ternama, keren banget. Melihat sesuatu yang sebelumnya Cuma bisa diliat dari video youtube, mulai memahami ternyata dunia kerja seperti apa dan bagaimana, memahami sulitnya kehidupan. Selama 1 bulan itu bener-bener seru! Lanjut lagi mengurusi proker-proker organisasi yang harus dijalankan tidak boleh dilupakan apalagi ditinggalkan. Agak berat sih, mungkin karena baru juga kan. Kaya kaget gitu jadinya, tapi, seru banget hehe. Banyak banget hal yang gue pelajari di sini.

Menuju dua bulan demisioner, entah udah berapa semangat yang dikirimkan orang-orang ke gue. Sangat terharu. Ibarat orang mau nikah, pas mau nikah tuh adaaa aja. Nah, ini sama. Adaaa aja. Tapi, karena dijalani bersama-sama, InsyaAllah bisa kok.
Selama semester 3 gue ngapain aja? Ngapain, ya? Magang, menjadi anggota, terus merasakan perbedaan antara mahasiswa PPKU dan dept. Semester 4 gue ngapain? Ngurus proker yang sampai sekarang masih berjalan, Praktik lapang di akhir semester sama membuat planning apa yang mau gue mau lakukan setelah demisioner.
Kalau ditanya “Lho? Emangnya gamau lanjut aja?”
Mau gamau sih.., Soalnya masih banyak yang mau gue coba sebelum masa perkuliahan ini berakhir. HAHA berakhir? Iya ya, baru kemarin jadi mahasiswa PPKU sekarang udah mulai mikir-mikir gue abis lulus mau kerja apa dong, hm.

Teruntuk diri gue sendiri,
Semoga apapun yang sedang dikerjakan atau mau dikerjakan dapat berjalan dengan lancar dan dipermudah oleh Allah. Bukit yang didaki semakin tinggi, semakin butuh usaha yang lebih. Ayo, semangat!


Share:

Rabu, 06 Juni 2018

Kangen.

Kangen.


Hal itu sih yang bikin gue uring-uringan gajelas hari ini. Iya, gue kangen. Januari lalu semuanya terasa indaaah banget, ibarat LDR-an. Parah sih ini ga kerasa banget udah waktunya mau pulang lagi ya? Berharap banget bisa terluangkan waktunya, tapi ya gimana ya. Ga ada yang bisa terluangkan kalau bukan karena acara itu, daaaannn gue sangat menunggu-nunggu acara itu diadakan lagi. Tapi, Januari tahun depan bisa ikut nggak ya?


Photograpnya Ed Sheeran kembali lagi.
Setelah sekian minggu lagu ini ga pernah terdengar. Hari ini gue play lagi karena lagi kangeeeeeennn banget. Yash! This is the real of me. I'm back, dan gue senang bisa kembali.



-897km 
Share:

Sabtu, 02 Juni 2018

Bogor, Kota Hujan?

Bogor.
Kota yang mungkin orang lain bilang, kota hujan.
Menurut gue enggak juga,
Karena frekuensi hujan Bogor dan Bekasi sama aja atau mungkin karena cuaca ekstrim yang terjadi di dunia sekarang sehingga sebutan Bogor kota hujan mulai runtuh.

Bagi gue, Bogor adalah kota beriman. HAHAHA. Gue selalu menyimpulkan ini dari awal gue kuliah di Bogor. Kenapa gue bilang begitu? Karena kalau kalian tau, jam sembilan aja nih, udah sepi banget di sekitaran kampus. Kalo di sekitaran yang lain gimana? Jam sepuluh deh, itu udah mirip-mirip kota mati. Apalagi jam 12. Bahkan, salah satu tempat makan junkfood yang kalo di Bekasi bener-bener 24 jam, di sini jam 12 aja udah sepi dan hampir mau tutup. Padahal tulisannya buka 24 jam.
Itu sih yang gue alami di semester dua ini. Karena emang semester dua ini gue mulai keluar malem, entah untuk hal yang penting atau bahkan untuk hal yang nggak penting.

Kota Bogor mungkin udah mulai nakal, karena dia udah mulai menyimpan beberapa memori berharga di hidup gue. Udara malam Bogor yang dingin, menyimpan banyak kenangan buat gue.
Terima kasih untuk orang-orang yang udah membuat udara malam Bogor terasa penuh kenangan untuk gue.

Kalian tau? Di tanggal 2 Juni 2018 ini gue mulai merasa dan mulai berpikir bahkan resah gue takut kehilangan kalian. Gue mulai nyaman sama kalian.
Ini yang gue gasuka dari rasa nyaman, karena terdapat rasa takut kehilangan di dalamnya. 
Share: